UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE KEEMPAT

Unsur-unsur transisi disebut sebagai unsur-unsur golongan B. Golongan B ternyata terdapat 8 golongan, dengan golongan delapan terbagi atas 3 golongan lagi.Dan, periode unsur golongan B dimulai dari periode keempat hingga ketujuh. Nah, rata-rata unsur-unsur radioaktif paling banyak terdapat di golongan ini.
Unsur-unsur transisi periode keempat terdiri atas: Scandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Krom (Cr), Mangan (Mn), Besi/Ferum (Fe), Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).
A. Sifat-sifat umum unsur transisi
- Bersifat logam dengan titik leleh dan didih yang relatif tinggi
- Bersifat paramagnetik (mempunyai daya tarik ke medan magnet)
- Membentuk senyawa-senyawa berwarna khas (senyawa-senyawa dari unsur-unsur golongan A tidak berwarna)
- Mempunyai biloks yang beraneka ragam
- Mempunyai susunan kimia kompleks, disebut ion kompleks (Unsur-unsur golongan hanya bisa membentuk ion poliatomik dan diatomik, walaupun hanya sedikit sekali yang dapat membentuk ion kompleks)
- Bersifat katalitik (katalisator) untuk proses industri dan metabolisme
- Rata-rata unsur-unsur transisi bersifat toksik
- Mempunyai kisi kristal
- Unsur-unsur transisi (termasuk periode keempat) berada dalam subkulit d, namun pada deret lantanida dan aktinida pada subkulit f
- Elektron valensinya (n-1)d^x ns^y (dengan x dan y adalah konstanta elektron yang akan diisi)
- Biloks (bilangan oksidasi) unsur-unsur transisi seluruhnya bertanda positif (+)
REPORT THI
B. Sifat logam
- Unsur-unsur transisi (termasuk periode keempat) dari sifat kimia dan fisis bersifat logam
- Transisi periode keempat mempunyai keelektronegatifan yang rendah, jadi energi ionisasi dan keelektropositifannya rendah
- Biloks yang bermacam-macam membuat transisi (termasuk periode keempat) bersifat ionik
- Mempunyai daya konduktor dan listrik yang sangat baik
- Subkulit d pada golongan transisi rata-rata tidak terisi penuh, inilah sifat khasnya
C. Penyimpangan sifat logam transisi periode keempat
Penyimpangan tersebut terjadi pada unsur Zn (zink). Sebenarnya, para ahli masih bingung untuk memasukkan Zn dalam golongan transisi karena beberapa hal. Namun, sebenarnya ada kemiripan sifat dengan unsur-unsur transisi lainnya sehingga Zn dimasukkan ke golongan transisi
Penyimpangan:
Penyimpangan:
- Elektron valensi unsur Zn seluruhnya terisi penuh sehingga menyimpang dari kaidah golongan transisi: rata-rata tidak terisi penuh
- Zink mempunyai titik leleh dan didih sangat jatuh dari Cu (tembaga) alias sangat kecil. Maksudnya, rata-rata transisi mempunyai titk leleh dan didih yang tinggi
- Zink tidak berwarna, sekalipun dalam bentuk ion Zn2+, kenyataannya unsur-unsur transisi rata-rata berwarna khas. Dikarenakan elektron valensi zink adalah 4s0 dan 3d0
- Tingkat oksidasi Zn hanya 1, yaitu biloks +2
- Energi ionisasi Zn sangat tinggi dan mencolok naiknya dari Cu, kenyataannya unsur-unsur transisi periode keempat lainnya mempunyai sifat keelektronegatifan dan keelektropositifan yang rendah
- Konfigurasi elektron Zn stabil, kenyataannya unsur-unsur transisi periode keempat lainnya tidak stabil (tidak penuh) Alasan Zn golongan transisi:
- Zn mempunyai elektron valensi terakhirnya pada kulit d, sehingga berada pada posisi golongan transisi (B)
- Zn termasuk logam
- Zn berwujud padat dan ikatan logamnya sangat kuat, sama halnya dengan unsur-unsur transisi lainnya
D. Sifat magnet
Sifat magnet adalah salah sifat unsur-unsur transisi karena mempunyai daya tarik ke magnet. Namun, sifat magnet ada 3 macam, yaitu:
- Diamagnetik (dimagnetik : ditolak) = Sifat magnet yang ditolak dari medan magnet alias tidak tertarik. Syarat dari sifat magnet ini yaitu seluruh orbital terisi penuh. Contohnya, Zn
- Paramagnetik (Paramagnetik : padalaman : pedalaman) = Sifat magnet yang sedikit ditrak ke medan magnet. Syaratnya yaitu hanya satu elektron yang tidak berpasangan . Contohnya, Sc
- Feromagnetik (Fero : besi : besi itu kuat) = Sifat magnet yang ditarik kuat ke medan magnet. Syaratnya adalah semakin banyaknya elektron tidak berpasangan atau lebih dari satu. Contohnya, Fe, Co, dan Ni
Berdasarkan ketiga sifat magnet tersebut, unsur-unsur transisi periode keempat memegang pada sifat magnet PARAMAGNETIK.
E. Warna senyawa transisi periode keempat
Unsur-unsur transisi periode keempat mempunyai beragam warna karena dalam bentuk unsur, warnanya berada pada bentuk ini. Begitu juga dalam bentuk ion, warnya unsurnya berubah drastis! Sebenarnya warna unsur-unsur transisi sangat banyak, tetapi untuk ada juga unsur-unsur transisi periode keempat ini yang dalam bentuk unsur dan ion tidak berwarna.
Syarat unsur-unsur transisi berwarna:
- Subkulit 3d-nya harus mempunyai pasangan elektron tidak berpasangan
- Subkulit 3d-nya harus berisi, tidak boleh kosong
- Tidak berwarna karena subkulid 3d-nya penuh dan kosong. Jadi, kalau elektron di subkulid 3d penuh dan kosong, tidak berwarna dong
Namun, ada beberapa unsur-unsur periode keempat dalam bentuk ion yang subkuit 3d-nya kosong dan berisi (3d0) mempunyai warna serta tidak berwarna, yaitu:
- VO4 3- (4s0 3d0) = merah
- CrO4 2- (4s0 3d0) = kuning
- Cr2O7 2- (4s0 3d0) = jingga
- MnO4 – (4s0 3d0) = cokelat-ungu
- Cu+ (4s0 3d10) = tidak berwarna
- Zn2+ (4s0 3d10) = tidak berwarna






0 Comments